“Lebih Baik Saya Tahu Pas Mau Mati Saja!” Kata Populasi Beresiko.

Bertanya ke hati kecil kita masing-masing, setidak berharga itu kah arti sebuah nyawa?. Nyawa yang mungkin saja seorang anak, seorang bapak, seorang ibu dan seorang sahabat yang dicintai oleh keluarga dan temannya. Stigma dan penghakiman terhadap populasi beresiko menekan populasi yang beresiko jauh dalam lubang ketakutan untuk mengetahui status kesehatannya. 

Sebuah penelitian mengkonfirmasi bahwa persepsi populasi beresiko terhadap pemanfaatan layanan kesehatan pemeriksaan status HIV adalah sebagai suatu episode kehidupan menakutkan. Hal ini dikarenakan kemungkinan stigma dan penghakiman yang akan dihadapinya jika mengetahui bahwa hasil pemeriksaan terbukti positif. Populasi beresiko tidak mampu membayangkan opresi apa yang akan mereka terima nanti dan ini dianggap sebagai stressor yang membuat mereka tidak tenang menjalani hidup.

Pemeriksaan status HIV adalah kunci keberhasilan dari pemberantasan penyakit ini. Anti Retroviral (ARV) merupakan penemuan yang memberikan sedikit keyakinan bahwa penderita HIV memiliki hak untuk hidup lebih lama. Sikap suportif dalam kehidupan sosial bagi penderita HIV merupakan hal yang harus mulai kita bangun sehingga penderita penyakit ini merasa bahwa masih ada tempat bagi mereka untuk optimis meneruskan hidup dengan bahagia dan dengan apa yang mereka punya. 

Apakah susah bagi kita memberikan sedikit kesempatan bagi orang lain untuk dapat hidup lebih lama dan bahagia dengan yang mereka punya hanya dengan penerimaan dan sikap baik?

Tentu tidak.

Sumber Gambar: Google Image; Liputan 6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *